puisi Nasionalisme indonesia



Bung Tomo berteriak keras “merdeka atau mati”
Bermodalkan semangat dan banbu runcing
Maka hengknlah penjajah
Betapa kuatnya nilai juang bangsa Indonesia
Menghujam di setiap dada pejuang
Rela korbangkan jiwa untuk  kemerdekaan
Dan mereka pantas mendapat penghargaan
Gelar kehormatan
Sang pahlawan
********
Masih adakah jiwa juang itu dalam hati
Masih adakah jiwa rela berkorban untuk bangsa
Ketika kemerdekaan ‘tlah di nikmati
Tidak usalah berkorban jiw tuan
Tidak usalah berdarah darah bahkan mati
Cukup korbangkan tenaga pikiran
Bias juga dermakan sedikit harta Untuk negri tercinta
********
Kini tiada lagi teriakan merdeka atau mati
Dua pilihan bernilai pengorbanan sejati
Pilihan telah berubah menjadi….
Menderita atau korupsi
Sengsara atau kolusi
Penguasa atau pengusaha
Dan
Diam atau mendzhalimi
*******
Sejujurnya telah terjadi pergeseran budaya
Lambat laung nilai juang telah tergerus
Terkontaminasi budaya asing meraja lela
Bisakah kemajuan teknologi di salahkan
Bolehkah pancasila di pertanyakan
********
Seungguhnya anak negri
Sangat mengidolakan peminpin nasional
Anak negri sangat patuh
Ketik ada keteladanan nan patut di tiru
*********
Hari pahlawan
Mungkin sekedar prosesi
Dan kemudian di lupakan
Karna di anggap sudah basi
Sementara makam pahlawan menderit sedih
Ketika di siram bunga setahun sekali
*************
Oh tunggu dulu tuan dan nyonya
Ternetik berita gerakan nasional
Di beri nama revolsi mental
Konon seharusnya lebih dahsyat dari Reformasi
Muncul lagi harapan
Nilai juang akan di kedepankan
Kita tunggu blusukan revolusi mental di terapkan
Atau hanya sekedar pencitraan
Entahlah…
********

0 Response to "puisi Nasionalisme indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel